Di luar dugaan, perhatian kita terhenyak ketika dunia diserang wabah Covid-19 pada awal 2020 silam. Sebelum vaksin ditemukan, banyak korban berjatuhan--baik yang berakhir sembuh maupun berujung kematian. Menurut wordometers.info, virus ini telah memakan hingga 7 juta jiwa hingga awal 2024. Namun, berkat vaksin dan peran para tenaga kesehatan (nakes), korban bisa ditekan dan wabah akhirnya bisa dikendalikan.     


Salah satu profesi yang juga berjasa dalam penanganan Covid-19 adalah Pafi atau Persatuan Ahli Farmasi Indonesia. Para ahli farmasi tentu menjadi pihak penting dalam penanganan suatu wabah sebab mereka berkecimpung dalam penelitian, pengembangan, dan produksi obat-obatan yang tepat demi mewujudkan kesehatan. 

.

Pafi Pematang Siantar siang mengadvokasi kesehatan Indonesia ( 

Profesi bidang farmasi harus peka terhadap faktor-faktor penentu sosial kesehatan. Mereka senantiasa memprioritaskan penyesuaian perawatan pasien, kepedulian terhadap kompetensi budaya, dan tidak lupa pada literasi kesehatan. Kesadaran menjalani peran, termasuk Pafi Pematang Siantar, akan memperkuat konsep menyeluruh dalam pengembangan layanan kesehatan terutama saat terjadi pandemi. 

 

Sebagai manifestasi kepedulian terhadap penanganan wabah Covid-19, Persatuan Ahli Farmasi Indonesia pun mengadakan webinar nasional bertema kefarmasian dengan spirit menanggulangi berbasis optimisme dalam kerja sama lintas sektor atau profesi, terutama para nakes. 


Zoom meeting yang digelar pada 6 September 2020 itu menghadirkan pakar dari Universiti Putra Malaysia dan pemangku kepentingan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Lewat pertemuan secara virtual tersebut, Pafi ingin menggali solusi lewat mitigasi yang tepat--termasuk menjelajahi kemungkin herbal sebagai obat Covid-19.

 



Mengenal Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) 

Jika ditilik dari sejarah, Ahli Farmasi Indonesia sebenarnya sudah ada sejak kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945. Ahli farmasi ini ikut berjuang secara aktif, berkolaborasi dengan seluruh lapisan masyarakat dalam rangka mengusir penjajah yang ingin menguasai Indonesia. Dengan demikian, para ahli farmasi bisa disebut punya andil penting dalam memperjuangkan kemerdekaan dan mewarnai pembangunan setelah Indonesia merdeka.


Barulah pada 13 Februari 1946 dibentuk sebuah organisasi profesi bernama “Persatuan Ahli Farmasi Indonesia“ yang disingkat PAFI. Yogyakarta menjadi saksi pendirian organisasi luhur ini yang diharapkan mampu menjadi wadah untuk menghimpun semua tenaga yang punya bakti karya di bidang kefarmasian. 


Maka tak berlebihan jika PAFI telah menjadi entitas penting dalam anasir pembangunan nasional karena memang tak pernah absen dalam memperjuangkan cita-cita mulia NKRI. Peran sektor kesehatan tak bisa dipandang sebelah karena mamsyarakat yang sehat atau sakit turut menentukan laju pembangunan, yang memengaruhi tatanan ekonomi, sosial, dan akhirnya taraf kesejahteraan publik secara umum.


PAFI dan Pengurus Pusat PAFI berkomitmen membela Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan menjadikan Pancasila sebagai azas organisasi. Organisasi profesi yang bersifat Kekaryaan dan Pengabdian ini memiliki tujuan sebagai berikut.


  • Mewujudkan Masyarakat Adil dan Makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945
  • Mewujudkan Derajat Kesehatan yang Optimal bagi Masyarakat Indonesia
  • Mengembangkan dan meningkatkan Pembangunan Farmasi Indonesia
  • Meningkatkan Kesejahteraan Anggota


Tantangan di era digital

Era Industri 4.0 telah tiba, yaitu saat semua hal terkoneksi satu sama lain melalui platform digital yang mempermudah dan membuat hidup manusia modern semakin efisien. Inilah era IoT atau Internet of Things karena berkat Internet akses pada pengetahuan terbuka lebar, termasuk termasuk sektor farmasi. Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi mau tak mau menghadirkan perubahan signifikan dalam cara pelayanan kesehatan, farmasi, hingga tata kelolanya.


Era serbadigital sebenarnya merupakan peluang yang bisa dimanfaatkan, bukan ancaman yang harus dimusnahkan. menjadi tantangan tersendiri bagi organisasi yang menghimpun para ahli di bidang farmasi. PAFI yang memiliki laman resmi di https://pafi.id/ harus membuat terobosan melalui inovasi dan beradaptasi dengan kemajuan era digital sekarang.


Harus disadari bahwa digitalisasi tidak hanya membuat pola kerja industri farmasi berubah. Lebih dari itu, kita mesti optimistis bahwa sekali lagi digitalisasi justru membuka peluang baru untuk meningkatkan efisiensi, akurasi, dan aksesibilitas layanan kesehatan. Pafi di daerah-daerah, termasuk Persatuan Ahli Farmasi Indonesia Pematang Siantar, bisa terhubung dalam sinergi dan hierarki yang menguatkan.


Digitalisasi bisa mendorong penggunaan teknologi digital untuk mendukung berbagai aspek pelayanan farmasi. Misalnya, manajemen informasi kesehatan, otomatisasi proses di apotek, hingga penggunaan aplikasi mobile untuk memudahkan konsultasi dan penebusan resep. Terwujudnya efisiensi, akurasi, dan aksesibilitas layanan farmasi bagi masyarakat akan menciptakan value positif dalam skema pembangunan.


Peran apa yang bisa diambil PAFI di era digitalisasi saat ini? Pertama, bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kompetensi tenaga teknis kefarmasian melalui pendidikan dan pelatihan. PAFI bisa melaksanakan program pelatihan dengan fokus pemahaman dan penggunaan teknologi digital dalam praktik farmasi. 


Pemanfaatan digitalisasi untuk meniingkatkan kompetensi anggota PAFI

KeduaPAFI bisa menjadi fasilitator dalam bentuk forum diskusi, seminar, atau konferensi. Di sini PAFI berikhtiar mendorong agar inovasi dan kolaborasi terjalin antara tenaga teknis kefarmasian, apoteker, pengembang teknologi, dan institusi pendidikan. Bisa pula menjadi jembatan bagi beragam pemangku kepentingan untuk bisa berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam implementasi teknologi digital seputar farmasi.


Selain itu, PAFI juga bisa berperan mengedukasi masyarakat tentang manfaat dan cara memanfaatkan layanan farmasi digital secara aman. Digitalisasi tak dimungkiri menghadirkan banyak keuntungan, tetapi sekaligus membawa potensi negatif yang harus dipecahkan. KIta harus akui bahwa keterbatasan infrastruktur teknologi di sejumlah daerah terpencil atau terluar masih menjadi kendala signifikan. Walhasil, kesenjangan akses terhadap layanan farmasi digital tidak merata.


Dan yang paling krusial adalah proteksi atas data dan privasi pasien yang menggunakan layanan digital. Jangan sampai data pasien bocor ke tangan yang tidak bertanggung jawab sehingga berujung pada kerugian materiil ataupun moril. Hal lain yang juga wajib digarisbawahi adalah resistensi para tenaga teknis kefarmasian yang belum terbiasa dengan teknologi canggih. Ini soal pembiasaan yang bisa dilatih. 


Edukasi seputar obat-obatan bisa dilakukan secara virtual berkat digitalisasi. (Dok. pri)

 

Optimisme Pafi Pematang Siantar 

PAFI pusat maupun daerah, termasuk Pafi Pematang Siantar, perlu mengupayakan kerja sama atau kolaborasi dengan organisasi profesi farmasi berskala internasional. Selain menambah pengetahuan, PAFI bisa pula meniru praktik terbaik dalam digitalisasi farmasi yang mereka miliki untuk disesuaikan dengan kondisi di Indonesia. 


Terjadinya pertukaran pengetahuan dan teknologi dengan pihak asing akan membuncahkan optimisme untuk mempercepat proses digitalisasi sehingga peningkatan kualitas layanan farmasi di Indonesia cepat terwujud dan pembangunan manusia Indonesia seutuhnya tercapai.

Dunia usaha di Indonesia saat ini mulai bangkit kembali setelah beberapa tahun diterpa badai Covid-19 yang berdampak luar biasa. Perkembangan ekonomi yang disokong oleh bergairahnya dunia usaha tentu memberikan harapan baru bagi masyarakat, terutama pelaku usaha. Selain perusahaan besar, perusahaan yang tergolong dalam UKM dan UMKM juga ikut bergeliat dan memberikan sumbangsih cukup signifikan bagi perekonomian negara.


Sistem komputerisasi yang optimal mendukung kemajuan perusahaan. (Sumber: ASUS Indonesia)

Bergeraknya perusahaan atau dunia usaha tidak terlepas dari dukungan berbagai infrastruktur. Salah satu bagian prasarana yang mendukung perusahaan dalam menjalankan bisnisnya adalah perangkat komputerisasi. Perangkat komputer yang digunakan harus bisa diandalkan untuk melakukan kegiatan komputasi bisnis di perusahaan. Produktivitas bisnis dipengaruhi oleh banyak faktor. Beberapa di antaranya adalah penggunaan perangkat komputer yang tepat,” demikian dikatakan oleh Yulianto Hasan Director of Commercial Product ASUS Indonesia dalam press release yang dikeluarkan oleh ASUS Indonesia.


Banyak produk terbaru yang gahar penuh inovasi dihadirkan oleh ASUS, seperti motherboard (45% global market share), graphic card, consumer laptop, gaming laptop, dan laptop serta PC desktop bisnis, termasuk yang terbaru yang dilengkapi dengan Intel vPro. Sebagai salah satu pemain besar di dunia teknologi komputer, ASUS juga hadir memberikan solusi perangkat komputer bisnis yang dapat membantu meningkatkan produktivitas bisnis secara keseluruhan. Namun tidak hanya itu, ASUS juga memberikan nilai lebih dengan ASUS Business Maximum Support di mana sisi keamanan dan kenyamanan menjadi jaminan yang diberikan ASUS Business sehingga keamanan data penting perusahaan tidak perlu dikhawatirkan.


Tiga Pilar Fokus ASUS Business


Pada tanggal 16 Mei 2024, saya mendapatkan penjelasan terperinci dari Mas Muhammad Firman, Head of Public Relation ASUS Indonesia dan Mas Aldy Ramadiansyah, Country Commercial Product ASUS Indonesia mengenai laptop dan desktop PC untuk bisnis ketika mengikuti acara ASUS Commercial Gathering 2024 di Hotel Platinum Surabaya. Pada acara yang dipandu Mbak Caroline, Public Relation ASUS Indonesia, saya juga diberi kesempatan untuk melihat, bahkan mencoba secara langsung beberapa laptop dan PC desktop bisnis terbaru dari ASUS tersebut.



Tim ASUS Indonesia berfoto bersama para Blogger Surabaya dalam ASUS Commercial Gathering 2024. (Sumber: ASUS Indonesia)

Beberapa perangkat yang sempat saya saksikan kecanggihan dan fitur-fitur unggulannya, di antaranya mulai dari convertible mobile workstation pertama di dunia dengan chip grafis NVIDIA Quadro RTX, yaitu ExpertBook B6 Flip (B6602), laptop bisnis dengan layar OLED, yaitu ExpertBook B9 OLED (9403), ExpertBook B5 OLED serta desktop PC minimalis ExpertCenter D9.


Jajaran laptop dan desktop PC terbaru dari ASUS Business. (Sumber: ASUS Indonesia)


Semua produk tersebut dipersiapkan oleh ASUS dengan dukungan teknologi Intel vPro untuk memaksimalkan efisiensi dan keamanan dalam manajemen IT di perusahaan. Intel vPro adalah sebuah platform teknologi yang dikembangkan oleh Intel untuk meningkatkan manajemen dan keamanan pada perangkat komputer. Platform ini bukan hanya sekadar processor, tetapi lebih dari itu. Platform ini adalah kombinasi dari fitur hardware dan teknologi yang saling bekerja sama untuk memberikan solusi terintegrasi.


Saya menggarisbawahi bahwa riset dan pengembangan teknologi yang dilakukan oleh ASUS menghasilkan sebuah teknologi laptop dan desktop PC untuk bisnis yang memiliki tiga pilar fokus keunggulan, yaitu:


1.  Durability 


Sebagai perangkat yang digunakan di berbagai kondisi, tidak hanya di kantor, tetapi juga di lapangan, tim ASUS sudah melakukan berbagai uji ketahanan fisik pada perangkat laptop dan desktop PC untuk bisnis. Produk ExpertBook B3 (B3404) misalnya, telah lolos uji Military Grade AS MIL-STD 810H di mana uji ketahanan tersebut mencakup 28 macam tes, di antaranya  port durability test, shock test, keyboard durability test, thrust Resistance test, keyboard spell Resistance test, dan panel pressure test. Oleh karena itu, perangkat dapat digunakan dengan aman dan nyaman bahkan ketika dibawa atau digunakan ke lokasi perkebunan, hutan, offshore, dan lain sebagainya.


Penjelasan mengenai laptop dan desktop PC ASUS Business terbaru oleh Mas Muhammad Firman, Head of Public Relation ASUS Indonesia. (Sumber: Pribadi) 


Laptop dan desktop PC ASUS juga memiliki desain yang unik serta berbeda seperti contohnya ExpertBook B9403 yang memiliki berat hanya sekitar 990 gram dengan layar 14 inci. Bahkan laptop tipe B7402 bisa dimasukkan SIM card sehingga tidak ada kesulitan lagi untuk terkoneksi antara cabang dan kantor pusat atau untuk melakukan meeting jarak jauh. 


2. Manageability


Berkaitan dengan manajemen IT, ASUS memberikan expert warranty yang berupa kemudahan dan efisiensi ketika tim IT perusahaan mengalami permasalahan. Mereka kini dapat mengakses, memperbaiki, dan memperbarui sistem komputer tanpa harus berada di lokasi yang sama dengan perangkat komputer tersebut. 


Setiap perusahaan yang menjadi konsumen laptop atau desktop PC ASUS Business juga akan memperoleh Identify Security berupa nomor khusus (VIP Priority Line Call) yang bisa menghubungi tim IT ASUS di ASUS Control Center untuk menangani problem IT yang dihadapi secara eksklusif di jalur khusus. 


Mas Aldy Ramadiansyah menjelaskan secara detail produk terbaru ASUS Business beserta fitur unggulannya. (Sumber: Pribadi)


ASUS memberikan jaminan spesial hardware protection pada laptop atau desktop PC ASUS Business dengan masa garansi lebih lama dari produk lain. Jika laptop biasa mendapatkan garansi 3 tahun, maka konsumen laptop atau desktop PC ASUS Business bisa mendapatkan garansi hingga 5 tahun atau lebih.


Selain itu, dengan dibenamkannya teknologi Intel vPro pada perangkat laptop atau desktop PC ASUS Business telah mendukung teknologi virtualisasi. Teknologi ini yang memungkinkan pemisahan sumber daya komputer sehingga dapat menjalankan beberapa sistem operasi secara bersamaan pada satu mesin. Perusahaan menjadi lebih mudah untuk menguji aplikasi atau sistem operasi baru tanpa harus mengganggu operasionalnya sehari-hari. 


Dengan demikian, perangkat dengan Intel vPro tidak hanya menawarkan kinerja yang tinggi, tetapi juga solusi manajemen dan keamanan yang canggih untuk memenuhi kebutuhan bisnis modern. Perusahaan akan merasa lebih aman dan nyaman karena fitur keamanan dalam platform vPro ini bisa melindungi data, rahasia, dan aset korporat dari ancaman semacam malware atau serangan phishing. Produk laptop dan desktop PC ASUS  juga memiliki storage retention memori hingga 128 GB dan kapasitas peyimpanan 2 TB yang menjadikan produk ini andalan dalam menjalankan komputasi perusahaan.


3. Service


ASUS pun akan siap menangani permasalahan laptop atau desktop PC ASUS Business yang dimiliki perusahaan dengan mendatangkan tim teknisi IT ke kantor atau ke lokasi di mana pun komputer tersebut berada hingga radius lebih kurang 150 km karena memiliki On-Site Service. Hal ini sangat memudahkan karena proses perbaikan tidak perlu mengganggu proses pekerjaan yang tengah berjalan. 




ASUS mendukung penuh efektivitas dan efisiensi perusahaan sehingga prinsip time is money akan benar-benar menemukan momentumnya. Dengan 1400 repair location dan 38.400 teknisi IT, ASUS siap memberikan pelayanan maksimal kepada user dalam mengatasi problem komputer di perusahaan. 


Produk ASUS Business Terbaru dan Pengalaman Bisnis yang Menguntungkan


Perangkat laptop dan desktop keluaran terbaru dari ASUS memiliki teknologi yang lahir dari riset dan inovasi tanpa henti sehingga akan memberikan pengalaman pisnis yang aman dan menguntungkan dalam konteks efektivitas dan efisiensinya. Beberapa produk laptop dan desktop PC ASUS Business terbaru tersebut di antaranya sebagai berikut.


ExpertBook B6 Flip (B6602)


ExpertBook B6 Flip (B6602) merupakan convertible mobile workstation pertama di dunia yang ditenagai chip grafis NVIDIA Quadro RTX. Laptop ini dilengkapi dengan CPU Intel Core HX Series dan dukungan Intel vPro yang menawarkan kecepatan dan efisiensi. Laptop ini memungkinkan pengguna menangani tugas-tugas berat seperti rendering grafis, simulasi, dan analisis data dengan mudah. ExpertBook B6 Flip memiliki RAM hingga 128 GB dan kapasitas memori hingga 2 TB yang menawarkan ruang yang luas untuk seluruh operasional bisnis. 


ExpertBook B6 Flip (B6602) cocok untuk profesional yang mengutamakan performa maksimal. (Sumber: ASUS Indonesia)

Pekerjaan menggunakan aplikasi berat secara bersamaan tidak akan menurunkan performanya. Fitur keamanan kelas enterprise pada laptop ini memastikan data tetap aman. Perangkat ini juga dilengkapi berbagai lapisan proteksi, seperti enkripsi hardware hingga fitur autentikasi biometrik untuk mencegah akses yang tidak sah. Performa dan kapasitas laptop ini memenuhi kebutuhan para profesional sekaligus memastikan pekerjaan tetap terlindungi melalui fitur keamanannya.


ExpertBook B5 (B5602) OLED 


ExpertBook B5 OLED merupakan laptop bisnis ultra-portable layar OLED yang menampilkan kualitas visual terbaik. Tidak hanya sekadar pemanis, layar OLED pada laptop ini menjadi sebuah fitur penting untuk para profesional. Layar OLED ini cocok sekali untuk kebutuhan presentasi konten, mulai dari grafik bisnis hingga multimedia melalui reproduksi warna yang tajam dan tingkat kontras yang tinggi. 


Dari segi portabilitas, ExpertBook B5 ini menawarkan keunggulan karena memiliki bobot hanya 1,4 kg dan ketebalan hanya 19.95 mm sehingga menjadi pilihan tepat bagi para profesional yang memiliki mobilitas tinggi tanpa harus mengorbankan performa atau daya tahan baterai. ExpertBook B5 didukung oleh prosesor 13th Gen Intel Core dan Intel vPro sehingga mampu menangani bermacam tugas bisnis secara efisien. Dengan kombinasi antara layar OLED, desain ultra-portable, dan performa yang solid, ExpertBook B5 (B5602) menjadi pilihan yang tepat untuk memenuhi berbagai kebutuhan bisnis modern.


ASUS ExpertBook B9 OLED




ASUS ExpertBook B9 OLED merupakan perwujudan teknologi ramah lingkungan yang didesain dengan paduan magnesium-lithium premium sehingga sangat ringan dan berdaya tahan maksimal. Selain didesain ramah lingkungan, pada laptop ini terdapat kamera berbasis Artificial Inteligence (AI), fitur pembatalan kebisingan untuk pengalaman kerja modern, prosesor Intel® Core™ vPro® terbaru serta berbagai fitur keamanan tingkat korporat. 


Laptop ExpertBook B9 OLED menjadi andalan para eksekutif dan pebisnis pendukung teknologi ramah lingkungan dan profesionalisme. Laptop bisnis elit berbobot 990 gram ini adalah laptop kelas atas sempurna untuk melakukan presentasi dan bekerja secara efisien karena memiliki akurasi warna menakjubkan dan rasio kontras yang tinggi serta layar OLED yang menghidupkan visualnya. 


ExpertBook B3 (B3404)


ExpertBook B3 (B3404) adalah laptop bisnis mutakhir yang sudah mendukung teknologi Artificial Inteligence (AI). Diperkuat oleh prosesor hingga Intel® Core™ Ultra dan dukungan Intel vPro, laptop didesaini khusus untuk mendukung kesuksesan bisnis, meningkatkan produktivitas, meningkatkan keamanan, dan memungkinkan komunikasi real-time dengan peningkatan TI yang fleksibel. 


Fitur mutakhirnya yang kuat termasuk prosesor Intel® Core™ Ultra 7 dan grafis hingga NVIDIA® RTX™ 2050 atau Intel® Arc™ dan layar yang hidup dengan rasio aspek 16:10 yang tinggi. ExpertBook B3 juga dikemas dengan konektivitas, memiliki SSD dengan dukungan RAID 0/1, chip TPM yang aman, dual SO DIMM untuk peningkatan TI yang lebih mudah dengan daya tahan kelas militer MIL-STD-810H - semuanya dirancang dalam desain yang ramah lingkungan serta mewujudkan akuntabilitas dan keberlanjutan.


ExpertCenter D9 SFF (D900) 


ExpertCenter D9 SFF adalah desktop PC dengan desain ringkas dan minimalis tetapi mampu memaksimalkan produktivitas bisnis. Perangkat yang berukuran ringkas ini menawarkan fitur keamanan kelas enterprise dan dukungan berbagai software bersertifikasi ISV (Independent Software Vendor) untuk menambah keandalan sistem ini dalam menjalankan aplikasi bisnis yang spesifik dan memerlukan sertifikasi khusus.


Mas Aldy Ramadiansyah menunjukkan fitur yang dirancang khusus pada produk desktop PC ExpertCenter D9 SFF. (Sumber: Pribadi)


ExpertCenter D9 SFF (D900) ditenagai oleh prosesor Intel Core generasi ke-13 dan dukungan Intel vPro serta dirancang untuk menangani beban kerja yang berat sekalipun. Tidak hanya itu, desktop PC ini juga dapat tampil dengan kartu grafis NVIDIA GT1030 atau T600 sehingga menjadi pilihan yang solid untuk menjalankan aplikasi bisnis yang membutuhkan pemrosesan grafis ekstra. 


Keunggulan lain ExpertCenter D9 SFF (D900) adalah konektivitas terlengkap dengan berbagai pilihan port dan konektor sehingga penggunanya dapat menghubungkan berbagai perangkat tambahan tanpa masalah. Desktop ini juga mudah di-upgrade. Memori, penyimpanan, atau komponen lain, mudah ditambah atau diganti sesuai kebutuhan oleh tim IT sehingga sistem tetap up-to-date sesuai kebutuhan bisnis.




Dari segi performa, ExpertCenter D9 SFF (D900) tidak main-main. Ditenagai oleh prosesor Intel Core generasi ke-13 dan dukungan Intel vPro, desktop ini dirancang untuk menangani beban kerja yang berat sekalipun. Tidak hanya itu, desktop PC ini juga dapat tampil dengan kartu grafis NVIDIA GT1030 atau T600 sehingga menjadi pilihan solid untuk menjalankan aplikasi bisnis yang membutuhkan pemrosesan grafis ekstra. ExpertCenter D9 SFF (D900) memang menjadi pilihan yang tepat untuk berbagai kebutuhan bisnis, mulai dari big data analytic hingga desain grafis.


Produk desktop PC D9 SFF (D900) memiliki desain yang efisien sehingga memudahkan, bahkan sekadar membersihkan kipas. (Sumber: Pribadi)


ASUS terus melakukan upaya inovasi pada produk-produknya, termasuk laptop dan desktop PC bisnis untuk memberikan kemudahan, keamanan, dan kecanggihan yang terus berkembang sehingga terus menjadi brand andalan penggunanya. Semua produk  keluaran ASUS mengacu pada prinsip 4A; Always on reliability (design thinking, enterprise grade security, and maximum support), Agile solution, All around support, dan Add value. Tak mengherankan jika hal tersebut menjadikan ASUS masuk dalam jajaran brand terbaik tingkat dunia dan beberapa kali mendapatkan beragam penghargaan. tak sabar rasanya menantikan kejutan inovasi teknologi dari ASUS yang berikutnya.