Ibu Rumah Tangga Pun Bisa Produktif, Ini Peluang Usaha Online Tahun 2021 yang Sarat Profit

IBU RUMAH TANGGA bisa produktif? Ini pertanyaan retoris karena fakta telah banyak membuktikan kebenarannya. Tanpa perlu berpanjang lebar, produktivitas perempuan sudah kita saksikan di mana-mana. Sebut saja teman saya, Bu Fahmi. Saat masih berjualan wingko di Bogor, saya mengenal pasangan Bu Fahmi dan Pak Fahmi yang menjual kue soes. Kami sama-sama menitipkan di sebuah lapak kue yang cukup ramai. Dari Bu Fahmi saya belajar tentang ketangguhan wanita yang ingin saya tiru.


Awal mula terjun ke bisnis kue basah terbilang tak sengaja, bahkan mungkin sebab kepepet. Mereka sekeluarga terbelit utang menumpuk sampai diteror oleh debt collector. Pak Fahmi bahkan pasrah dipukuli sebab tak punya lagi uang untuk dibayarkan. Setelah diadakan kompromi dan menjual aset yang mereka punya, keluarga itu pun pindah ke Bogor dari Tangerang. Mulai dari nol, tak tahu apa yang akan dikerjakan.


Saat itulah Bu Fahmi menyeruak jadi pahlawan keluarga. Bahkan saat jahitan pascamelahirkan belum sembuh betul, ia menyusuri toko-toko yang mungkin ia titipi kue buatannya. Dengan jalan kaki sebab mereka tak punya lagi kendaraan. Dia bertekad kuat untuk ikut menuntaskan masalah ekonomi dengan belajar membuat kue dari buku resep dan dari Internet. Ya, dari Internet! Dari sanalah ia merintis kesuksesan yang kini mereka cecap. Lambat laun banyak lapak dan kedai kue yang menampung soes buatannya yang memang enak. Pak Fahmi pun resign dan sepenuhnya membantu mengelola usaha yang kini beromset puluhan juta rupiah per bulan dengan aneka kue lainnya.




Dampak Covid-19 terhadap ekonomi


Dari situ saya merasa yakin bahwa potensi kaum wanita tak bisa dipandang sebelah mata. Buktinya, Pak Fahmi justru tertolong oleh kesigapan dan kekuatan istrinya yang notabene seorang wanita. Keterpurukan ekonomi sebuah keluarga, juga bangsa, saya yakin bisa dientaskan oleh keandalan wanita yang serbabisa. Bukan hanya mereka bisa multitasking--terbukti dari banyaknya pekerjaan domestik yang bisa di-handle--tetapi juga dari begitu banyaknya peran publik yang diemban oleh kaum hawa seperti Menteri Keuangan Sri Mulyani, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, juga Najwa Shihab yang kini menjadi idola.


Dampak wabah korona terhadap kehidupan kita memang luar biasa. Bukan hanya aktivitas fisik sosial yang dibatasi, tetapi sektor ekonomi juga terpukul cukup parah. Berdasarkan survei yang diadakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) terhadap 1.548 responden di 32 provinsi, terungkap bahwa ternyata lebih dari 50 persen rumah tangga mengalami kesulitan keuangan akibat pandemi yang tak kunjung berakhir ini. Meskipun survei itu dirilis Agustus 2020, tetapi datanya masih relevan seiring perkembangan wabah terkini. Apakah kita cukup berharap agar pemerintah terus membantu publik dengan paket bantuan dan subsidi berbentuk uang demi mengurangi dampak wabah?



Berharap boleh saja, tapi tentunya jangan terus-menerus. Itu pun hanya untuk keluarga tertentu saja, yang memang pantas mendapatkan bantuan. Adapun kita yang merasa mampu, sebaiknya tidak ikut menikmati dan lebih memilih jenis usaha lain yang bisa kita olah jadi peluang jitu. Dengan sedikit jeli membaca keadaan, saya optimistis peluang usaha sebenarnya banyak yang akan mengantarkan kita pada kesuksesan meraup rezeki.


Ya, kita para ibu rumah tangga pun bisa berjaya sebagai tulang punggung keluarga selama wabah. Infografik di atas tadi memang sungguh memilukan, tapi bukan untuk disesali. Yang jelas kita bisa bergerak untuk melewati situasi penuh tantangan ini. Menurut Ir. Agustina Erni, M.Sc., yang menjabat sebagai Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), sebagian perempuan selama pandemi ternyata berperan sebagai tulang punggung keluarga. Betapa tidak, karena para suami yang di-PHK akhirnya turun tangan untuk membantu istrinya yang sebelumnya berdagang kecil-kecilan.


Ibu rumah tangga bisa berdaya


“Misalnya istri awalnya bekerja sebagai pedagang kecil-kecilan, setelah suami di-PHK maka pekerjaan suami pun ikut ke istri yaitu berdagang,” ujar Agustina Erni dalam webinar Kemen PPPA beberapa waktu lalu sebagaimana dikutip di laman Liputan6. Ini membuktikan bahwa para istri atau kaum ibu di rumah bisa berdaya untuk mendukung keberlangsungan ekonomi keluarga. 


Tepat seperti Makcik Kiah dalam potongan video berikut. Semula ia berjualan pisang goreng tapi perlu mencari peluang lain agar kehidupan ekonominya berkesinambungan pasca diberlakukan PSBB (pembatasan sosial berskala besar) di Malaysia sana. Ia kemudian menambah diversifikasi usaha ke penjualan barang retail berupa bumbu dan rempah dapur. Ia sadar bahwa pasar yang luas hanya bisa diraih lewat media online dalam bentuk website yakni toko online yang rapi.  


Lewat toko daring itu usahanya semakin dikenal dan semakin banyak konsumen yang datang sebagai pelanggan. Ini bukti betapa Internet begitu krusial pada masa kini. Dengan targeting konsumen yang tepat, analisis pasar yang bagus, dan pelayanan yang prima, maka usaha akan lancar--entah apa pun bentuk usaha yang digeluti. Produk seperti Makcik Kiah pun bisa, apalagi jasa yang semakin tak terbatas. Internet bukan hanya media untuk berinteraksi jarak jauh, tapi juga bisa digunakan untuk mendulang rezeki secara mudah.


10 peluang usaha online yang menjanjikan


Berpijak pada kisah sukses Makcik Kiah, saya jadi tergerak untuk menuliskan beberapa ide seputar peluang usaha online yang bisa digeluti oleh para ibu rumah tangga. Kenapa online? Ya karena sangat praktis, kita tak perlu ke mana-mana, barang bisa dipromosikan dan pembeli melakukan transaksi sendiri. Alasan kedua, usaha online lebih hemat. Paling cuma investasi awal untuk beli domain murah dan hosting lalu merawatnya setiap bulan/tahun. Dengan pemasaran yang jitu, uang akan menyerbu. 


Bisnis online hemat karena kita tak perlu memperkerjakan tenaga yang banyak. Banyak hal bisa diatasi oleh mesin, terutama mesin pencarian sebagai tenaga pemasaran sebagaimana kasus Makcik Kiah. Alasan ketiga bisnis online layak dipilih adalah karena jangkauan pasarnya sangat luas. Nyaris tak terbatas loh karena bisa berskala global, tergantung pasar mana yang kita kehendaki. Pokoknya memudahkan dan menguntungkan. Apa saja peluang usaha online yang saya maksud? 


1. Camilan rumahan

Selama tinggal di rumah (stay at home), orang cenderung banyak mengemil. Banyak beraktivitas di rumah bersama keluarga artinya pengeluaran ekstra untuk camilan yang bisa dikudap bersama. Inilah saat yang tepat untuk menjual aneka makanan ringan atau snack karena selama wabah konsumsi orang mengemil meningkat. Menyadari besarnya potensi itu, sebuah brand camilan terkemuka sampai merilis kampanye #NgemilBijak untuk merespons kebutuhan masyarakat mengudap sewaktu PSBB di rumah.


Kita pun bisa menghasilkan uang meskipun produksi makanan ringan masih berskala rumahan. Yang penting bahan diusahakan bermutu dan terpilih lalu dimasak dengan higienis agar konsumen puas. Untuk soal kebersihan dan kemasan, kita bisa meminta tolong pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat karena mereka biasanya punya program pembinaan. 


Mereka akan memfasilitasi pembuatan produk dari awal sampai akhir. Untuk pemasaran, selain di jaringan koperasi, kita bisa membangun toko online sendiri. Online shop akan berguna untuk mengoptimalkan jangkauan produk dan memangkas potongan ini itu. Kita bebas mengelola produk camilan sesuai keinginan termasuk bentuk promosinya. Kalau tak bisa Membuat Website sendiri, kita bisa meminta jasa pembuatan toko online yang kini banyak di Internet. Semua praktis dan mudah, kita tinggal fokus dalam produksi dan membesarkan merek lewat digital presence di jagat maya.


2. Sayur matang

Lauk pauk siap santap juga punya pasar yang besar untuk digarap. Kebutuhan orang akan makanan pokok konsisten bahkan cenderung meningkat. Sebuah lembaga nirlaba di Filipina bernama FSSI yang membawahi banyak koperasi mengatakan bahwa usaha-usaha yang tumbuh dan malah meningkat selama pandemi adalah lini pertanian seperti sayur dan kebutuhan pokok sehari-hari. Sekarang semakin banyak penyedia aplikasi yang menyalurkan produsen sayur dan konsumen. Dan itu peluang yang bagus.





Nah, kita bisa memanfaatkan tren itu. Namun jika skemanya tidak cocok, kita bisa membuat website sendiri untuk memajang produk berupa makanan matang yang kita produksi. Entah itu berisi rempah atau sambal siap santap, keberadaan webpage akan memberikan boosting terhadap coverage produk andalan yang kita jual. Ini tak berbeda dari Makcik Kiah yang sukses mengubah pola penjualan dari offline semata menjadi online untuk melengkapi dan meluaskan pasar.

3. Cleaning service

Seorang teman yang juga relawan di sebuah komunitas sosial di kota kami justru meraup sukses dalam bisnis Cleaning Service. Pasalnya, permintaan atas jasa bersih-bersih cenderung naik secara positif karena warga jadi peduli pada isu kesehatan dan tak mau berisiko membersihkan sendiri lantaran takut kecapaian dan tambah sakit. Inilah peluang yang diambilnya. Suami saya kebetulan mendapat order untuk membuat poster usaha tersebut agar bisa disebarkan secara digital.

Tempat ibadah, pertokoan, sekolah dan kampus, juga perkantoran seperti bank sangat mengandalkan jasa CS atau cleaning service yang kini belum banyak digarap orang. Padahal kebutuhannya cukup tinggi loh, setidaknya di daerah kabupaten. PR teman saya adalah soal jangkauan usaha yang masih stagnan di kota kecil kami sementara jasa itu juga dibutuhkan di kabupaten lain. Saat ini dia sedang proses mencari ruko yang besar agar usahanya lebih terfokus sebab sementara ini hanya dikerjakan di rumah. Lalu
website khusus perlu dibuatnya untuk mempromosikan jasanya sebagai merek yang serius dan profesional. 

4. Produk lokal yang khas

Peluang usaha lain yang bisa kita kerjakan secara online adalah menjajakan produk lokal dalam berbagai bentuk. Ada kerajinan tangan berbahan kayu, alat makan berbahan bambu, aksesori mutiara, hingga kain tenun bisa kita sulap menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Kabar baiknya, semua itu bisa kita jual secara online dan pundi-pundi uang bisa mengalir ke kantong walau kita berjualan jarak jauh.



Pembeli asing pun bisa mengimpor barang kita ke negeri mereka asalkan produk itu bermutu dan harganya disepakati. Selain mengangkat potensi lokal, kita juga turut menambah devisa negara. Kita patut berbangga walaupun ibu rumah tangga tapi bisa berkiprah di kancah global. Masih tak ingin meng-online-kan usaha kita? 


5. Lowongan online

Peluang usaha yang jarang dilirik orang selama pandemi adalah membuka info lowongan pekerjaan secara online. Dalam sebuah sesi Instagram Live yang dihelat sebuah lembaga nirlaba beberapa waktu lalu, Indra Uno yang didapuk sebagai narasumber menuturkan sebuah ide yang sederhana tapi unik. Ketua Yayasan Mien R. Uno Foundation yang juga dikenal sebagai Coach Indra karena aktif mencetak para pengusaha muda di Indonesia itu mengusulkan agar kita membuka jasa penyedia lowongan pekerjaan.


Usulnya ini relevan karena kini semakin banyak orang yang terkena PHK sebagai imbas dari wabah yang belum juga mereda. Nah, tak ada salahnya kita menjembatani pencari tenaga kerja dan calon pekerja. Caranya mudah, lakukan secara online karena lebih praktis. Tak jarang pegawai tak tahu di mana ada lowongan terdekat dengan tempat tinggalnya. Begitu juga sebaliknya, para owner usaha atau pebisnis tak paham di mana bisa mencari tenaga kerja dengan cepat di daerah sekitar.


Berbekal sebuah website, kita bisa menjadi semacam marketplace tenaga kerja untuk daerah sekitar, satu kota atau satu karesidenan. Yang tugasnya menyalurkan tenaga kerja secara tepat sesuai kebutuhan yang mendesak. Kita akan mendapat komisi dari kegiatan itu atau dari iklan yang ditampilkan di website. Sangat menggiurkan bukan iklan lowongan di daerah yang bisa diakses secara real time kapan saja?  


6. Blogging

Sebagai bloger, tak mungkin saya mengesampingkan aktivitas ini sebagai salah satu peluang usaha online yang tak kalah profitable. Ya, blogging! Blogging kini bukan lagi sekadar curhat tanpa arah, atau pamer kebolehan tanpa tujuan. Banyak brand dan pemilik usaha yang kian memperhatikan posisi tawar bloger sebagai kekuatan yang layak dimanfaatkan untuk mempromosikan barang/jasa mereka.


Dari situlah profesi ini semakin menggeliat dan banyak digemari. Uniknya, sependek pengetahuan saya, bloger yang banyak berkiprah dan berprestasi justru para bloger perempuan. Meskipun tak terlalu aktif dalam komunitas, fakta di lapangan membuktikan bahwa sejumlah komunitas yang up-to-date dan terus hidup adalah komunitas bloger yang dimotori oleh para perempuan. Sebut saja Blogger Perempuan Network (BPN), Ibu-ibu Doyan Nulis (IIDN), Kumpulan Emak-emak Blogger (KEB), dan masih banyak lainnya yang digawangi oleh para srikandi bloger.


Data terakhir yang dirilis Antaranews tahun 2015 menyebutkan bahwa setidaknya ada 3,5 persen dari total 88,1 juta pengguna Internet di Indonesia. Ini menyitir penuturan Matahari Timoer, bloger senior yang kala itu menjabat Ketua Blogger Camp 2015. Hingga saat ini belum ada data terbaru.


Sedangkan menurut data yang dirilis oleh Hootsuite dan We Are Social, jumlah pengguna Internet di Indonesia per Januari 2020 adalah 175,4 juta dengan pengguna media sosial aktif sebanyak 160 juta. Memang tak disebutkan berapa jumlah bloger yang aktif, tapi angkanya menurut saya meningkat dari statistik tahun 2015 karena brand dan agency semakin banyak jumlahnya dan mereka gencar mengandalkan para bloger untuk membangun digital presence produk atau jasa mereka di dunia maya.


Domain murah bikin semringah

Sebagai ibu rumah tangga, aktivitas blogging sangat ideal. Bisa kita kerjakan di rumah sembari mengasuh anak-anak dan merampungkan tugas rumah tangga. Menulis bisa kapan saja dengan bantuan daily planner agar lebih tertata. Dengan konsistensi dan terus belajar, saya optimistis bisa mencapai posisi sebagaimana para bloger senior yang sudah lebih dulu maju. PR saya terbesar, dan utama, tentu saja harus migrasi ke domain berbayar agar blog tampil semakin bergengsi di mata klien.


Sejauh ini saya baru dua kali mendapatkan job menulis dan nilainya ternyata sangat lumayan padahal blog masih berplatform gratisan. Pengin banget bisa makin serius, syukur-syukur bisa Beli Hosting Gratis Domain agar pengeluaran tak membengkak di saat pandemi begini. Setelah coba-coba menjelajahi kombinasi nama, saya menemukan xibianglala.com yang masih tersedia. Hanya dengan  Rp119.000 per tahun saya bisa mendapatkan nama diri yang membanggakan. Tinggal laporan ke suami nih, hehe. :)


Tanpa berpanjang lebar saya pun segera berkonsultasi dengan suami tentang hal ini. Pucuk dicinta ulam tiba, keinginan punya blog dengan domain TLD pun bakal segera terwujud. Apalagi begitu saya beri tahukan bahwa saya mendapat saldo Rp50.000 saat membuka akun program afiliasi di Exabytes, ia pun langsung mengiyakan dan memproses sisa pembayaran. Prosesnya cepat dan mudah, sekitar satu jam saja untuk bisa punya blog dengan alamat yang bergengsi.


Sebenarnya satu jam lebih sedikit karena proses redirect yang akan tersendat karena saya yang masih pemula. Syukurlah saya dipandu dengan sabar oleh Mas Panji dari CS Exabytes dari awal sampai blog bisa diakses dengan domain yang baru. Dengan opsi bayar lewat GoPay, beli domain di sini memang solutif banget. Kebetulan kami selalu menyediakan saldo di dompet digital itu. Tinggal scan barcode dan ikuti alur pembayaran di akun GoPay, pembayaran pun tuntas!

Hooray, ngeblog makin asyik dan semangat deh! Teman-teman yang masih ragu untuk beralih ke domain TLD, segera hapuskan keraguanmu. Pilih Exabytes sebagai mitra sukses untuk bisa eksis di dunia maya lewat tulisan atau bahkan meraup untung lewat toko online. Untuk sementara saya pilih ngeblog karena menyalurkan hobi sekaligus bisa meraih pundi-pundi rezeki.

Domain aktif, penghasilan bisa produktif!

Namun ke depan saya ingin punya lebih dari sekadar domain agar hasil bisa maksimal. Template dan jeroan tak bisa dioptimalkan kalau hosting masih gratisan. Paket Grow Pro sepertinya lebih cocok saya pilih karena kapasitas hosting sangat lega sampai 5 GB dan alamat email yang lebih personal dan profesional. Boleh jadi saya enggak paham semua teknisnya, tapi di mata ibu rumah tangga biaya 69.900 per bulan itu sungguh sangat kompetitif. Hitung-hitung buat menabung dan menjadikan blog sebagai investasi dengan return yang lebih besar.



7. Penulis

Peluang usaha berikutnya yang bisa dikerjakan secara online adalah menjadi penulis. Ya, kini peluang menulis buku terbuka lebar sekali. Bukan hanya lulusan kuliahan, tapi ibu rumah tangga pun bisa menghasilkan karya yang laris asalkan materinya dibutuhkan pembaca. Misalnya berupa pengalaman mendidik anak atau kisah sukses mengelola komunitas yang inspiratif. 


Saya mendadak teringat mendiang Ratna Indraswari Ibrahim, penulis difabel asal Malang yang terus produktif sampai beliau meninggal. Dia tetap tinggal di Malang walau cerpennya melanglang di Nusantara bahkan dunia. Tak ada batasan lagi antara Timur dan Barat berkat kecanggihan Internet. Peluang terpampang nyata.


Kemudahan Internet memang membuka kemungkinan agar karya kita dikenal di mana pun. Berbekal teknologi informasi, kita boleh tinggal di kampung, tapi buah pena kita akan mengantarkan pundi-pundi rezeki yang menggunung. Ya, syaratnya harus mau belajar dan ikut banyak kelas bersama mentor atau penulis profesional. Sesekali berbayar tak apa asalkan serius mengikutinya. 


Satu lagi yang tak boleh dilupakan adalah punya blog sebagai showcase karya. Blog personal akan berfungsi berlipat-lipat. Bisa untuk berlatih menulis, memamerkan karya, dan mendapat job dari klien dari mana saja. Entah menulis blogpost atau menulis buku biografi, juga copywriting usaha. Dengan blog atau portal pribadi, kunci kesuksesan telah kita pegang.


8. Konsultasi 

Jika punya skill atau kepakaran tertentu, kita bisa menjajaki peluang usaha online sebagai konsultan atau mentor untuk bidang yang kita kuasai. Misalnya jasa akuntansi/pembuatan laporan keuangan, pencanaan keuangan atau sebagai manajer investasi, konsultan penulisan, dan bahkan public speaking. Seorang teman di Jember bahkan mengadakan kelas public speaking untuk anak dan dewasa saat pandemi berlangsung. Kebetulan ia sudah dikenal sebagai pegiat literasi dan public speaker melalui portofolio di blog pribadinya. Nah, lagi-lagi tinggal punya blog untuk diseriusi kan?!


9. Guru privat 

Enggak jauh berbeda dengan poin sebelumnya, menjadi guru privat juga layak kita jajal sebagai peluang yang menguntungkan selama wabah di tahun 2021 ini. Kini banyak orangtua kewalahan menghadapi anak-anak saat PJJ atau Pembelajaran Jarak Jauh. Kita bisa memanfaatkan fenomena itu. Selain membantu orangtua untuk mengajari anak mereka, kita juga meraup rezeki untuk kelangsungan ekonomi keluarga.


Toh kelas tak harus berlangsung secara tatap muka. Kita bisa memanfaatkan teknologi seperti Zoom dan Google Meet untuk mengajar atau mendampingi anak belajar. Kalau ingin lebih serius, kita bisa menghimpun teman-teman yang mau menjadi guru/tutor online seperti itu. Lalu kita bikin website khusus berisi profil para pengajar yang kompeten agar pasar yang kita jangkau semakin luas. Intinya, jangan membatasi apa yang bisa kita lakukan sebab itu bisa membatasi apa yang akan kita dapatkan.  


10. Affiliate marketing

Jika kita tak punya produk atau tak tertarik berjualan barang, kita bisa memilih untuk menjual jasa. Salah satu peluang usaha online yang tak kalah gurih adalah affiliate marketing. Boleh dibilang tanpa modal tapi potensial mendulang profit finansial. Tinggal mendaftar pada penyedia produk yang kita minati, lalu kita ikuti langkah yang ditentukan.


Misalnya ikut Program Afiliasi Terbaik persembahan Exabytes Indonesia. Pada program afiliasi hosting Exabytes ini, kita akan diganjar komisi sampai 25% dengan cara meferensikan Exabytes ke sahabat, kerabat, atau siapa pun yang profilnya sesuai dengan kebutuhan. Bergabungnya gratis, dan cara gabungnya pun sangat mudah. Keuntungan yang bisa kita petik sangat besar dengan modal yang sangat minim, bahkan nyaris nol.


Dengan enam keuntungan yang unggul, tak mungkin kita tak tergoda untuk tidak berpartisipasi dalam program affiliate marketing ini. Saya pun sudah mendaftar dan tinggal menyebar link ke prospek yang potensial. Nah, berbeda dengan program afiliasi lain, affiliate marketing di Exabytes Indonesia menawarkan sejumlah kelebihan sebagai berikut.

1 | Komisi Besar: Besaran komisi bisa mencapai 25% cukup dengan mereferensikan Exabytes ke kenalan atau orang yang kita anggap membutuhkan. Mulai dari 1,2 juta rupiah, sangat besar kan ibarat gaji pekerja entry level sebulan di daerah? 

2 | Tanpa Limit Referal: Tak ada batasan atas nominal yang bisa kita raup; semakin giat kita memburu klien, maka semakin besar pula komisi yang bisa kita peroleh.

3 | Cepat Cair: Kita tak perlu ragu atau menunggu dalam kondisi mengeluh karena akumulasi komisi langsung dibayarkan setiap awal bulan. Cepat tanpa ditunda-tunda!

4 | Nama Besar: Jaminan nama besar Exabytes yang telah berkiprah di bisnis web hosting selama lebih dari 15 tahun tak bisa disepelekan. Sudah banyak penghargaan yang mereka raih, dan itu adalah garansi kepuasan kita agar dengan mudah menjual nama baik Exabytes kepada calon klien.

5 | Accurate & Detailed Tracking: Pelacakan yang optimal sehingga kita bisa memantau jumlah penghasilan sejauh ini. Pelacakan bahkan mencakup 90 hari masa berlaku Browser Cookie. Menyeluruh kan?

6 | Dukungan Support Team: Dengan mengaktifkan program afiliasi dan support, kita akan dibantu jika menemukan kendala; sungguh sangat memudahkan karena tim afiliasi selalu siap sedia.


Itulah 10 jenis peluang usaha online yang bisa dilakukan ibu rumah tangga pada tahun 2021 dan bahkan menjadi peluang prosperous hingga tahun-tahun mendatang. Kuncinya adalah semangat belajar dan mendayagunakan teknologi, dalam hal ini Internet sebagai mitra kesuksesan. UKM atau jasa profesional harus akrab dengan website karena ranah digital akan membawa produk kita semakin global. Dari situlah potensi keuntungan finansial bisa bisa raih secara optimal. 



Kata siapa ibu rumah tangga tidak bisa produktif? Dengan menjajal peluang usaha online, seperti telah dibuktikan Makcik Kiah, kesempatan meraup rezeki ternyata terbuka sangat lebar. Mulai dari sekarang, mulai dari yang kecil terutama produk lokal di sekitar kita, mulai dari diri sendiri, lets' go digital now




2 komentar:

  1. Banyak peluang, banyak kesempatan. Setuju dengan video Makcik Kiah, memang di dalam kesulitan selalu ada peluang asalkan kita mau bergerak. Ternyata peluang usaha secara online banyak ya, tinggal mau apa enggak kita eksekusi dengan sabar dan telaten. Semangat!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul banget. Asal mau bergerak, ada saja jalan untuk meraih rezeki. Terutama bisnis online yang sangat banyak ragamnya. Yuk semangat!

      Hapus